Text
Analisis Dampak Hambatan Samping di Ruas Jalan Jendral Sudirman Segmen RRI – UNG terhadap Biaya Operasional Kendaraan
Kemacetan lalu lintas di kawasan perkotaan, khususnya pada ruas Jalan Jenderal Sudirman segmen RRI–UNG, menjadi persoalan yang signifikan akibat tingginya hambatan samping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hambatan samping terhadap kapasitas jalan dan besarnya biaya operasional kendaraan (BOK) yang ditimbulkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan HDM-VOC (Highway Design and Maintenance Standard Vehicle Operating Cost) dengan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat hambatan samping mencapai 733,1 bobot kejadian dengan kategori tinggi. Derajat kejenuhan mencapai 0,84 (tingkat pelayanan D) pada arah Timur dan 0,73 (tingkat pelayanan C) pada arah Barat. Kecepatan arus bebas tercatat sebesar 42,82 km/jam, sedangkan kapasitas ruas jalan sebesar 2068,86 smp/jam. Biaya operasional kendaraan jenis utilitas akibat hambatan samping mencapai Rp 12.378,3/km, sementara tanpa hambatan samping hanya Rp 1.077,3/km. Secara harian, BOK mencapai Rp 4.951,72/hari dengan hambatan samping dan Rp 430/hari tanpa hambatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hambatan samping memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan biaya operasional kendaraan, sehingga diperlukan penataan lalu lintas dan pengelolaan aktivitas di tepi jalan untuk meningkatkan kinerja jalan.
| SKR-00107-TS | 2025 TS NIA-a | Perpustakaan UNBITA | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Baca di Tempat |
Tidak tersedia versi lain